Pengertian Korosi Berdasarkan Lingkungan Korosi berdasarkan lingkungan adalah proses kerusakan material logam yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya, seperti air laut, udara lembab, zat kimia, hingga suhu dan pH. Lingkungan memiliki peran besar dalam menentukan kecepatan dan jenis korosi yang terjadi. Semakin agresif lingkungannya, maka semakin cepat pula laju korosi
- Korosi di Lingkungan Air Laut (Marine Corrosion)
Lingkungan air laut merupakan salah satu penyebab korosi paling agresif, karena mengandung: Garam (NaCl) Oksigen terlarut Kelembaban tinggi Korosi ini sering terjadi pada: – Kapal – Pipa bawah laut – Struktur pelabuhan Fakta dari penelitian Indonesia: Penelitian di pelabuhan Pertamina Jakarta menunjukkan bahwa semakin tinggi salinitas dan keasaman (pH), semakin meningkat laju korosi pada baja. Selain itu, air laut disebut sebagai media yang sangat mudah menyebabkan korosi, terutama pada material baja yang digunakan di industri perkapalan.
- Korosi di Lingkungan Industri (Kimia & Pabrik) Lingkungan industri biasanya mengandung: Gas korosif (SO₂, CO₂) Zat kimia asam atau basa Limbah industri Jenis korosi yang sering terjadi: Korosi kimia Korosi seragam Korosi lokal
- Korosi di Lingkungan Atmosfer (Udara Terbuka) Korosi atmosfer terjadi akibat interaksi logam dengan: Oksigen Uap air Polusi udara Faktor yang mempercepat: Curah hujan tinggi Kelembaban udara tinggi Polusi (kendaraan/industri) Contoh: Pagar rumah berkarat Atap seng rusak Struktur baja terbuka.
- Korosi di Lingkungan Tropis (Khas Indonesia) Indonesia memiliki karakter lingkungan unik:
- Suhu tinggi
- Kelembaban tinggi
- Paparan air laut di banyak wilayah
Kondisi ini menyebabkan :
- Korosi lebih cepat Kombinasi korosi atmosfer + air laut
- Korosi di Lingkungan Air Tawar & Tanah Selain laut, korosi juga terjadi pada :
- Air tanah
- Sungai
- Tanah (soil corrosion)
Faktor penyebab:
- pH tanah
- Kandungan mineral
- Kelembaban
Contoh: Pipa bawah tanah bocor Tangki air berkarat
Dampak Korosi Berdasarkan Lingkungan Korosi yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan :
- Penurunan kekuatan material,
- Kebocoran pipa
- Kerusakan struktur
- Kerugian ekonomi besar
Dalam industri maritim, korosi bahkan dapat:
- Mengurangi umur kapal
- Mengganggu keselamatan operasional
Kesimpulan Korosi sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Secara umum:
| LINGKUNGAN | TINGKAT BAHAYA |
| Air Laut | Sangat Tinggi |
| Industri Kimia | Tinggi |
| Atmosfer Lembab | Sedang-Tinggi |
Referensi :
Jurnal Indonesia Sosial Sains – Studi Korosi Baja di Pelabuhan Pertamina,
Jurnal Indonesia Sosial Sains Jurnal Metal Indonesia – Korosi Baja dalam Air Laut,
Jurnal Ilmiah GIGA (Universitas Nasional) – Korosi Infrastruktur Energi Laut
Teknologi (UIM Makassar) Korosi Plat Kapal,
Jurnal UGM – Ketahanan Baja Ringan di Air Laut
