Korosi pada tumpukan material logam merupakan permasalahan yang sering terjadi pada penyimpanan bahan baku industri, konstruksi, maupun manufaktur. Tumpukan logam biasanya berupa batangan baja, pelat logam, pipa, atau komponen logam lain yang disimpan dalam jumlah besar sebelum digunakan. Jika penyimpanan tidak dilakukan dengan baik, maka bagian logam yang berada di dalam maupun di sela-sela tumpukan dapat mengalami korosi lebih cepat dibandingkan bagian yang terbuka.
Korosi adalah proses degradasi logam akibat reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungan sekitar. Pada kondisi tumpukan, risiko korosi meningkat karena adanya perangkap kelembapan, air hujan, atau kotoran yang tertahan di antara celah material. Air yang terperangkap ini dapat berfungsi sebagai elektrolit yang mempercepat reaksi oksidasi logam. Selain itu, sirkulasi udara yang buruk pada bagian dalam tumpukan menyebabkan kelembapan sulit menguap sehingga proses korosi berlangsung lebih lama.
Beberapa faktor utama yang menyebabkan korosi pada tumpukan logam antara lain kelembapan udara tinggi, kontak langsung dengan tanah, air hujan, serta adanya kandungan garam atau zat kimia di lingkungan penyimpanan. Selain itu, jika logam yang ditumpuk memiliki jenis material berbeda, maka dapat terjadi korosi galvanik akibat perbedaan potensial elektrokimia antar logam. Kondisi ini sering terjadi pada gudang terbuka atau area penyimpanan yang tidak memiliki pelindung cuaca yang memadai.
Dampak korosi pada tumpukan logam sangat merugikan karena dapat menurunkan kualitas material sebelum digunakan. Korosi dapat menyebabkan penurunan ketebalan material, perubahan sifat mekanik, serta menurunkan nilai ekonomi material tersebut. Dalam industri konstruksi, penggunaan material yang sudah terkorosi dapat memengaruhi kekuatan struktur dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Untuk mencegah korosi pada tumpukan logam, diperlukan sistem penyimpanan yang baik, seperti penggunaan alas penyimpanan agar logam tidak kontak langsung dengan tanah, pemberian pelindung atap, serta pengaturan jarak antar tumpukan agar sirkulasi udara tetap baik. Selain itu, pelapisan permukaan menggunakan oli pelindung, coating anti korosi, atau metode proteksi lain juga dapat membantu mengurangi laju korosi selama penyimpanan.
Secara umum, korosi pada tumpukan logam dapat dikendalikan melalui pengelolaan lingkungan penyimpanan, pemilihan metode perlindungan material, serta inspeksi rutin. Dengan pengendalian yang tepat, kualitas material logam dapat tetap terjaga hingga siap digunakan dalam proses produksi atau konstruksi.
Referensi:
Trethewey, K. R. (Alih bahasa Indonesia). Korosi untuk Mahasiswa dan Rekayasawan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
