Korosi pada serpihan logam merupakan proses kerusakan material logam yang terjadi pada bagian-bagian kecil hasil pemotongan, pengikisan, atau kerusakan mekanis suatu material logam. Serpihan logam biasanya memiliki luas permukaan yang relatif besar dibandingkan volumenya, sehingga lebih mudah bereaksi dengan lingkungan. Kondisi ini menyebabkan serpihan logam lebih cepat mengalami oksidasi dibandingkan logam dalam bentuk utuh seperti pelat atau batangan.
Korosi sendiri merupakan reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungan sekitarnya, terutama air, oksigen, dan zat kimia tertentu. Pada serpihan logam, proses korosi dapat terjadi lebih cepat karena permukaan logam yang terbuka biasanya tidak memiliki lapisan pelindung alami atau coating. Selain itu, bentuk serpihan yang tidak beraturan membuat air dan kotoran mudah menempel sehingga mempercepat proses pembentukan karat.
Faktor lingkungan sangat memengaruhi laju korosi pada serpihan logam. Lingkungan dengan kelembapan tinggi, paparan air hujan, kandungan garam, serta polusi udara dapat meningkatkan reaksi oksidasi. Selain itu, serpihan logam yang bercampur dengan jenis logam lain dapat mengalami korosi galvanik akibat perbedaan potensial elektrokimia. Kondisi ini sering terjadi pada limbah logam atau sisa proses produksi industri.
Dampak korosi pada serpihan logam antara lain menurunnya kualitas material jika serpihan tersebut akan didaur ulang. Korosi juga dapat menyebabkan serpihan logam menjadi rapuh dan mudah hancur, sehingga menurunkan nilai ekonominya. Dalam skala industri, korosi pada limbah logam juga dapat menimbulkan masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
Pencegahan korosi pada serpihan logam dapat dilakukan dengan penyimpanan pada tempat kering, penggunaan wadah tertutup, serta pemisahan berdasarkan jenis material. Selain itu, pada beberapa kondisi industri, serpihan logam dapat diberi pelindung sementara seperti oli pelindung untuk memperlambat proses oksidasi sebelum proses daur ulang dilakukan.
Secara umum, korosi pada serpihan logam terjadi lebih cepat dibandingkan material logam utuh karena luas permukaan yang lebih besar dan tidak adanya perlindungan permukaan. Oleh karena itu, pengelolaan serpihan logam yang baik sangat penting untuk menjaga kualitas material dan mengurangi dampak lingkungan.
Referensi:
Kusumawati, E. D., & Fahriani, V. P. Studi Baja Karbon Rendah Terhadap Laju Korosi. Sprocket Journal of Mechanical Engineering, Indonesia.kiirm
