Pesawat udara merupakan sarana transportasi yang beroperasi dalam kondisi lingkungan ekstrem, seperti perubahan suhu drastis, tekanan udara rendah, serta paparan kelembapan tinggi. Struktur pesawat sebagian besar terbuat dari logam, terutama aluminium dan paduannya, yang rentan mengalami korosi. Oleh karena itu, korosi menjadi salah satu masalah serius dalam dunia penerbangan karena dapat memengaruhi keselamatan dan kelaikan terbang pesawat.
Pengertian Korosi pada Pesawat
Korosi pada pesawat adalah proses degradasi material logam akibat reaksi kimia atau elektrokimia antara logam dengan lingkungan sekitarnya. Pada pesawat, korosi umumnya terjadi akibat kombinasi oksigen, air, garam, serta kontaminan lain yang menempel pada struktur pesawat.
Penyebab Korosi pada Pesawat
Beberapa faktor utama penyebab korosi pada pesawat antara lain:
-
Kelembapan Udara Tinggi
Pesawat sering terpapar udara lembap, terutama saat berada di bandara daerah pesisir atau tropis. -
Paparan Garam
Garam dari udara laut dapat mempercepat reaksi korosi, terutama pada bagian luar pesawat. -
Perbedaan Material Logam
Penggunaan dua jenis logam berbeda dalam satu struktur dapat menimbulkan korosi galvanik. -
Kerusakan Lapisan Pelindung
Cat atau coating pelindung yang terkelupas membuka jalan bagi korosi. -
Sisa Cairan dan Kotoran
Tumpahan cairan, bahan bakar, atau kotoran yang tidak dibersihkan dapat memicu korosi lokal.
Jenis-Jenis Korosi pada Pesawat
-
Korosi Seragam: Terjadi merata di seluruh permukaan logam.
-
Korosi Pitting: Berupa lubang-lubang kecil pada permukaan logam.
-
Korosi Galvanik: Terjadi akibat kontak dua logam berbeda.
-
Korosi Celah (Crevice Corrosion): Terjadi pada celah sempit seperti sambungan dan baut.
-
Korosi Antarbutir: Menyerang batas butir logam dan dapat melemahkan struktur.
Bagian Pesawat yang Rentan Terhadap Korosi
-
Badan pesawat (fuselage)
-
Sayap pesawat
-
Area sambungan dan paku keling
-
Ruang roda pendaratan (landing gear)
-
Kompartemen bahan bakar
-
Area drainase dan lipatan struktur
Dampak Korosi pada Pesawat
Korosi yang tidak terdeteksi dan ditangani dapat menyebabkan:
-
Penurunan kekuatan struktur pesawat
-
Retak dan kegagalan komponen
-
Peningkatan biaya perawatan
-
Penurunan umur pakai pesawat
-
Risiko keselamatan penerbangan
Upaya Pencegahan Korosi pada Pesawat
-
Inspeksi dan Perawatan Berkala
Pemeriksaan rutin dilakukan untuk mendeteksi korosi sejak dini. -
Penerapan Coating dan Cat Pelindung
Lapisan pelindung digunakan untuk mencegah kontak langsung logam dengan lingkungan. -
Pembersihan Rutin
Membersihkan kotoran, cairan, dan garam yang menempel pada pesawat. -
Penggunaan Material Tahan Korosi
Pemilihan paduan logam dan material komposit yang lebih tahan terhadap korosi. -
Kontrol Lingkungan Penyimpanan
Penyimpanan pesawat di hanggar dengan kelembapan terkontrol.
Korosi pada pesawat merupakan masalah kritis yang dapat memengaruhi keselamatan dan keandalan penerbangan. Faktor lingkungan, material, dan perawatan sangat berperan dalam terjadinya korosi. Dengan perawatan yang tepat, inspeksi rutin, dan penerapan sistem proteksi yang baik, risiko korosi dapat diminimalkan sehingga pesawat tetap laik terbang dan aman digunakan.
Referensi:
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Pedoman Perawatan dan Pencegahan Korosi pada Pesawat Udara. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jakarta, 2016.
