Korosi pada lembaran logam merupakan salah satu masalah utama dalam dunia industri, konstruksi, transportasi, dan manufaktur. Lembaran logam seperti baja karbon, baja galvanis, maupun stainless steel banyak digunakan karena memiliki kekuatan mekanik yang baik, mudah dibentuk, serta relatif ekonomis. Namun, material ini tetap memiliki risiko mengalami korosi apabila terpapar lingkungan yang mengandung air, oksigen, garam, atau zat kimia tertentu dalam jangka waktu lama.
Korosi sendiri adalah proses penurunan kualitas logam akibat reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungan sekitarnya. Pada lembaran logam, korosi biasanya diawali dari permukaan yang mengalami oksidasi, kemudian berkembang menjadi karat yang semakin meluas. Faktor lingkungan seperti kelembaban tinggi, air laut, hujan asam, serta polusi industri dapat mempercepat proses tersebut. Selain itu, kerusakan lapisan pelindung seperti cat atau coating juga dapat menyebabkan permukaan logam lebih cepat teroksidasi.
Dampak korosi pada lembaran logam sangat beragam, mulai dari penurunan kekuatan material, perubahan bentuk, hingga kegagalan struktur secara keseluruhan. Dalam dunia konstruksi dan industri, hal ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar karena memerlukan biaya perawatan, penggantian komponen, serta risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, pengendalian korosi menjadi sangat penting, misalnya melalui pelapisan permukaan, penggunaan inhibitor korosi, pemilihan material tahan korosi, serta perawatan berkala.
Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa korosi merupakan proses penurunan kualitas logam akibat reaksi elektrokimia antara logam, anoda, katoda, dan elektrolit lingkungan. Faktor lingkungan seperti kondisi asam atau lingkungan tertentu dapat mempercepat kerusakan logam, sehingga perlindungan korosi melalui pelapisan atau metode lain sangat diperlukan untuk menjaga umur pakai material logam.
Dengan memahami mekanisme korosi pada lembaran logam, industri dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperpanjang umur pakai material, serta mengurangi biaya perawatan jangka panjang. Upaya pencegahan korosi harus menjadi bagian dari perencanaan desain material sejak awal agar performa material tetap optimal selama masa pemakaian.
Referensi:
Kusumawati, E. D., & Fahriani, V. P. Studi Baja Karbon Rendah Terhadap Laju Korosi. Sprocket Journal of Mechanical Engineering
