Aluminium dikenal sebagai logam yang ringan, memiliki konduktivitas yang baik, serta banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti industri transportasi, konstruksi, kemasan, dan peralatan rumah tangga. Meskipun aluminium sering dianggap tahan terhadap korosi, pada kondisi tertentu logam ini tetap dapat mengalami proses korosi yang dapat menurunkan kinerja dan umur pakainya.

Korosi pada aluminium terjadi melalui reaksi elektrokimia antara permukaan aluminium dengan lingkungan sekitarnya, terutama udara, air, dan zat kimia tertentu. Secara alami, aluminium membentuk lapisan oksida aluminium (Al₂O₃) yang sangat tipis, rapat, dan melekat kuat pada permukaannya. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung alami yang menghambat reaksi lanjutan antara aluminium dan lingkungan, sehingga aluminium terlihat lebih tahan korosi dibandingkan baja atau besi.

Lihat Juga  Pengaruh pH dan Suhu Terhadap Laju Korosi

Namun, dalam kondisi lingkungan tertentu, lapisan oksida tersebut dapat rusak atau terlarut. Lingkungan yang bersifat asam, basa kuat, atau mengandung ion klorida seperti air laut dapat mempercepat terjadinya korosi pada aluminium. Salah satu bentuk korosi yang sering terjadi adalah korosi sumuran (pitting corrosion), yaitu korosi lokal yang membentuk lubang-lubang kecil namun dalam pada permukaan aluminium. Korosi jenis ini sangat berbahaya karena sulit dideteksi secara visual, tetapi dapat menyebabkan kegagalan struktur secara tiba-tiba.

Lihat Juga  Pengertian Korosi dan Faktor Penyebabnya

Selain korosi sumuran, aluminium juga dapat mengalami korosi galvanik. Korosi ini terjadi ketika aluminium bersentuhan langsung dengan logam lain yang memiliki potensial elektroda lebih mulia, seperti tembaga atau baja tahan karat, dalam lingkungan yang mengandung elektrolit. Dalam kondisi tersebut, aluminium akan bertindak sebagai anoda dan mengalami korosi lebih cepat.

Dampak korosi pada aluminium dapat berupa penurunan kekuatan mekanik, perubahan dimensi, hingga kegagalan fungsi komponen. Pada industri penerbangan, otomotif, dan kelistrikan, korosi aluminium dapat menimbulkan risiko keselamatan serta kerugian ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, pengendalian korosi menjadi aspek penting dalam perancangan dan pemeliharaan material aluminium.

Lihat Juga  Pengaruh Korosi Pada Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Upaya pencegahan korosi aluminium dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui pelapisan permukaan (coating), anodizing, pemilihan paduan aluminium yang sesuai, serta menghindari kontak langsung dengan logam lain yang berpotensi menimbulkan korosi galvanik. Selain itu, pengendalian lingkungan operasi, seperti mengurangi kelembapan dan paparan zat korosif, juga berperan penting dalam memperpanjang umur pakai aluminium.

Dengan pemahaman yang baik mengenai mekanisme dan faktor penyebab korosi aluminium, penggunaan material ini dapat dioptimalkan secara aman dan efisien dalam berbagai aplikasi industri.

Referensi:

Surdia, T., & Saito, S. Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: Pradnya Paramita.

By indocor