Alas merupakan bagian dasar dari suatu struktur atau komponen yang berfungsi sebagai penopang utama dan titik kontak langsung dengan permukaan tanah, lantai, atau lingkungan sekitarnya. Alas banyak ditemukan pada struktur bangunan, mesin industri, tangki, peralatan berat, serta instalasi infrastruktur lainnya. Umumnya, alas dibuat dari material logam seperti baja atau besi karena harus mampu menahan beban besar. Namun, karena posisinya yang berada di bagian bawah dan sering bersentuhan dengan air, tanah, dan kelembapan tinggi, alas sangat rentan mengalami korosi.

Pengertian Korosi pada Alas

Korosi pada alas adalah proses degradasi material logam yang terjadi akibat reaksi elektrokimia antara logam alas dengan lingkungan di sekitarnya. Reaksi ini melibatkan air, oksigen, serta zat-zat agresif lain seperti garam atau bahan kimia yang terdapat di tanah atau lantai. Korosi biasanya dimulai dari permukaan alas dan berkembang secara perlahan, sehingga sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal.

Lihat Juga  6 fungsi Coating Besi

Faktor Penyebab Korosi pada Alas

Beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya korosi pada alas antara lain kondisi lingkungan yang lembap dan adanya genangan air di sekitar alas. Kontak langsung dengan tanah yang mengandung mineral atau zat kimia tertentu juga dapat mempercepat proses korosi. Selain itu, desain alas yang tidak memiliki sistem drainase yang baik dapat menyebabkan air terperangkap dalam waktu lama. Kualitas material dan ketebalan lapisan pelindung juga sangat berpengaruh terhadap ketahanan alas terhadap korosi.

Jenis Korosi yang Terjadi pada Alas

Korosi pada alas dapat terjadi dalam bentuk korosi seragam, yaitu penipisan material secara merata pada permukaan alas. Selain itu, korosi celah sering muncul pada bagian sambungan alas dengan struktur lain, terutama pada area yang sulit dibersihkan. Dalam kondisi tertentu, alas juga dapat mengalami korosi pitting, yaitu korosi lokal yang membentuk lubang-lubang kecil namun dalam, yang berpotensi menyebabkan kegagalan struktur.

Lihat Juga  Dampak Korosi Terhadap Infrastruktur

Dampak Korosi pada Alas

Korosi pada alas dapat menurunkan kekuatan dan stabilitas struktur secara keseluruhan. Penipisan material pada alas menyebabkan berkurangnya kemampuan struktur dalam menahan beban, sehingga meningkatkan risiko deformasi atau keruntuhan. Selain itu, kerusakan alas akibat korosi dapat menimbulkan biaya perbaikan yang besar dan mengganggu operasional, terutama pada fasilitas industri dan infrastruktur penting.

Upaya Pencegahan Korosi pada Alas

Pencegahan korosi pada alas dapat dilakukan dengan beberapa metode, seperti penggunaan pelapisan anti korosi yang sesuai dengan lingkungan kerja. Selain itu, penerapan desain yang baik dengan sistem drainase yang efektif dapat mencegah genangan air di sekitar alas. Pemilihan material yang lebih tahan korosi serta inspeksi dan perawatan rutin juga sangat penting untuk mendeteksi dan mengendalikan korosi sejak dini.

Lihat Juga  Korosi Akibat Beban (Stress Corrosion)

Kesimpulan

Korosi pada alas merupakan permasalahan serius karena bagian ini berperan sebagai penopang utama suatu struktur. Faktor lingkungan, desain, dan material sangat memengaruhi terjadinya korosi pada alas. Oleh karena itu, penerapan sistmmpu em perlindungan yang tepat dan perawatan berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kekuatan, stabilitas, dan umur pakai struktur.

Referensi:

Surdia, T., & Saito, S. Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: Pradnya Paramita.

By indocor