Dalam industri proses seperti minyak dan gas, petrokimia, pembangkit listrik, maupun manufaktur, setiap peralatan memiliki umur desain (design life). Namun, kondisi operasi, lingkungan, dan mekanisme degradasi seperti korosi dapat menyebabkan umur aktual peralatan berbeda dari yang direncanakan.
Untuk mengetahui apakah suatu aset masih layak dioperasikan atau memerlukan perbaikan maupun penggantian, digunakan metode Remaining Life Assessment (RLA). Melalui RLA, perusahaan dapat memperkirakan umur sisa (remaining life) suatu peralatan berdasarkan kondisi aktualnya sehingga keputusan pemeliharaan dapat dilakukan secara lebih tepat dan berbasis data.

1. Apa Itu Remaining Life Assessment (RLA)?
Remaining Life Assessment (RLA) adalah proses evaluasi teknis yang digunakan untuk memperkirakan sisa umur suatu peralatan atau struktur berdasarkan hasil inspeksi, monitoring, serta kondisi operasional saat ini.
RLA membantu perusahaan menjawab beberapa pertanyaan penting, seperti:
Apakah peralatan masih aman untuk dioperasikan?
Berapa lama umur sisa aset?
Kapan inspeksi berikutnya perlu dilakukan?
Apakah diperlukan perbaikan atau penggantian?
Dengan demikian, RLA menjadi bagian penting dalam Asset Integrity Management.

2. Mengapa Remaining Life Assessment Penting?
Tanpa evaluasi umur sisa, perusahaan berisiko:
mengoperasikan peralatan yang sudah tidak aman,
melakukan penggantian terlalu dini sehingga biaya meningkat, atau mengalami kegagalan yang tidak terduga.
Penerapan RLA memberikan berbagai manfaat, antara lain:seperti meningkatkan keselamatan operasional,
mengoptimalkan biaya pemeliharaan, memperpanjang umur aset, mendukung pengambilan keputusan berbasis kondisi (condition-based decision making).

Lihat Juga  Prinsip Dasar Perlindungan Katodik pada Struktur Baja

3. Data yang Dibutuhkan dalam RLA
Perhitungan umur sisa memerlukan berbagai data teknis, di antaranya:

a. Data Ketebalan Material
Data diperoleh melalui inspeksi seperti: Ultrasonic Thickness Measurement (UT) l, Radiographic Testing (RT), Pengukuran manual pada titik tertentu
Ketebalan aktual dibandingkan dengan ketebalan awal dan ketebalan minimum yang diizinkan.

b. Laju Korosi (Corrosion Rate).                                             Laju korosi menunjukkan seberapa cepat material mengalami penipisan.

Nilai ini dapat diperoleh dari:
data inspeksi berkala, corrosion coupon, corrosion monitoring, atau hasil analisis laboratorium.
Semakin tinggi laju korosi, semakin pendek umur sisa peralatan.

c. Kondisi Operasi
Beberapa parameter operasi yang memengaruhi umur aset antara lain: temperatur, tekanan, jenis fluida, kecepatan aliran, serta lingkungan korosif.
Perubahan kondisi operasi dapat mempercepat atau memperlambat laju degradasi material.

4. Bagaimana Remaining Life Diperkirakan?
Secara umum, estimasi umur sisa dilakukan dengan membandingkan ketebalan material saat ini terhadap laju korosi yang terjadi.

Apabila laju korosi stabil, perusahaan dapat memperkirakan kapan ketebalan material akan mencapai batas minimum operasi (minimum allowable thickness).
Namun dalam praktiknya, evaluasi RLA tidak hanya mempertimbangkan laju korosi, tetapi juga: hasil inspeksi, jenis kerusakan, mekanisme degradasi,
serta standar teknik yang berlaku.

Lihat Juga  Ekstrak Bahan Alam sebagai Alternatif Inhibitor Korosi

5. Faktor yang Mempengaruhi Umur Sisa Peralatan
Beberapa faktor utama meliputi:

Korosi
Korosi merupakan penyebab paling umum penurunan umur aset.

Erosi
Partikel padat dalam fluida dapat mempercepat penipisan material.

Fatigue                                                                                        Beban siklik dapat menyebabkan retak meskipun korosi relatif kecil.

Temperatur Tinggi
Temperatur tinggi dapat mempercepat oksidasi dan degradasi material.

Kondisi Lingkungan
Lingkungan laut, tanah dengan resistivitas rendah, maupun atmosfer industri memiliki tingkat korosivitas yang berbeda.

6. Hubungan RLA dengan Asset Integrity Management
Remaining Life Assessment merupakan salah satu komponen penting dalam Asset Integrity Management (AIM).

Data RLA digunakan untuk: menentukan jadwal inspeksi,
menyusun strategi maintenance, mendukung Risk Based Inspection (RBI), merencanakan penggantian aset,
serta menjaga keselamatan operasional.

Dengan demikian, RLA tidak hanya menghitung umur sisa, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan teknis.

7. Tantangan dalam Pelaksanaan RLA
Pelaksanaan RLA membutuhkan data yang akurat dan konsisten.
Beberapa tantangan yang sering dihadapi meliputi:
keterbatasan data historis, inspeksi yang tidak lengkap,
perubahan kondisi operasi, variasi laju korosi,
serta keterbatasan akses pada area tertentu.
Oleh karena itu, evaluasi RLA sebaiknya dilakukan secara berkala dengan memanfaatkan data inspeksi terbaru.

Lihat Juga  Pengujian Korosi : Pengertian, Mekanisme, Jenis dan Prosedur

Kesimpulan
Remaining Life Assessment (RLA) merupakan metode penting untuk memperkirakan umur sisa suatu peralatan berdasarkan kondisi aktualnya.
Melalui evaluasi ketebalan material, laju korosi, kondisi operasi, dan hasil inspeksi, perusahaan dapat menentukan apakah suatu aset masih layak digunakan atau memerlukan tindakan lebih lanjut.
Sebagai bagian dari Asset Integrity Management, RLA membantu meningkatkan keselamatan, mengoptimalkan biaya pemeliharaan, dan mendukung keberlanjutan operasi industri.

Referensi
Badan Standardisasi Nasional (BSN). SNI ISO 55001:2019 Sistem Manajemen Aset – Persyaratan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Publikasi mengenai pengelolaan integritas aset, evaluasi umur material, dan pengendalian korosi.

Jurnal Teknik ITS. Kajian evaluasi integritas peralatan proses dan estimasi umur sisa akibat korosi.

Jurnal Teknik Mesin Universitas Diponegoro. Penelitian mengenai analisis laju korosi dan penurunan ketebalan material pada peralatan industri.

Jurnal Politeknik Negeri Bandung. Studi inspeksi ketebalan material menggunakan Ultrasonic Thickness Measurement untuk evaluasi integritas aset.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Pedoman pengelolaan integritas fasilitas industri minyak d koan gas.

By indocor