Kerangka struktur merupakan elemen utama dalam berbagai konstruksi, seperti bangunan gedung, jembatan, menara, kendaraan, hingga rangka mesin industri. Umumnya, kerangka dibuat dari baja atau baja paduan karena memiliki kekuatan tinggi dan mampu menahan beban statis maupun dinamis. Namun, material logam yang digunakan pada kerangka sangat rentan terhadap korosi, terutama ketika beroperasi di lingkungan terbuka atau kondisi yang lembap dan agresif. Korosi pada kerangka struktur menjadi permasalahan serius karena dapat menurunkan kekuatan, kestabilan, dan keselamatan suatu konstruksi.
Pengertian Korosi pada Kerangka
Korosi pada kerangka adalah proses degradasi material logam akibat reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungan sekitarnya. Proses ini melibatkan air, oksigen, dan zat korosif lain yang menyebabkan terbentuknya produk korosi seperti karat pada permukaan logam. Pada kerangka baja, produk korosi ini bersifat rapuh dan tidak mampu melindungi logam dasar, sehingga proses korosi akan terus berlanjut dan menyebabkan penipisan penampang kerangka secara bertahap.
Faktor Penyebab Korosi pada Kerangka
Beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya korosi pada kerangka adalah kelembapan udara yang tinggi, paparan air hujan, serta lingkungan yang mengandung zat kimia agresif seperti garam atau polutan industri. Kerangka yang berada di daerah pesisir sangat rentan terhadap korosi karena adanya kandungan ion klorida di udara. Selain itu, desain kerangka yang memiliki banyak celah, sambungan baut, atau area yang sulit dikeringkan dapat mempercepat terjadinya korosi karena air dan kotoran mudah terperangkap dalam waktu lama.
Jenis Korosi pada Kerangka
Korosi pada kerangka dapat muncul dalam berbagai bentuk. Korosi seragam menyebabkan penipisan material secara merata pada seluruh permukaan kerangka. Korosi lokal, seperti korosi celah dan korosi pitting, sering terjadi pada sambungan, daerah las, atau bagian yang tertutup. Selain itu, korosi galvanik dapat terjadi apabila kerangka tersusun dari dua jenis logam yang berbeda dan saling bersentuhan dalam lingkungan lembap, sehingga salah satu logam akan terkorosi lebih cepat.
Dampak Korosi terhadap Kerangka Struktur
Dampak korosi pada kerangka sangat berbahaya karena dapat menurunkan kapasitas beban dan kekakuan struktur. Penipisan material akibat korosi dapat menyebabkan deformasi, retak, hingga kegagalan struktur secara tiba-tiba. Dalam jangka panjang, korosi juga meningkatkan biaya pemeliharaan dan perbaikan, serta memperpendek umur layanan kerangka. Pada struktur vital seperti jembatan atau rangka bangunan bertingkat, korosi yang tidak terdeteksi dapat menimbulkan risiko keselamatan yang besar.
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Korosi
Pencegahan korosi pada kerangka dapat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain dengan pemberian pelapis anti korosi seperti cat epoxy, galvanisasi, atau sistem coating berlapis. Selain itu, perencanaan desain yang baik dengan meminimalkan celah dan memastikan sistem drainase yang efektif dapat mengurangi akumulasi air. Inspeksi dan perawatan rutin juga sangat penting untuk mendeteksi dini tanda-tanda korosi sehingga tindakan
perbaikan dapat segera dilakukan sebelum kerusakan semakin parah.
Kesimpulan
Korosi pada kerangka struktur merupakan masalah teknis yang dapat berdampak besar terhadap keselamatan dan keandalan konstruksi. Faktor lingkungan, desain, dan material sangat memengaruhi laju korosi yang terjadi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai mekanisme korosi serta penerapan metode pencegahan yang tepat menjadi langkah penting dalam menjaga kekuatan dan umur pakai kerangka struktur.
Referensi:
Surdia, T., & Saito, S. Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: Pradnya Paramita.
