Pengertian Korosi pada Tangki Bahan Bakar
Korosi pada tangki bahan bakar adalah proses degradasi material logam yang terjadi akibat reaksi kimia atau elektrokimia antara permukaan logam tangki dengan lingkungan sekitarnya. Proses ini biasanya melibatkan air, oksigen, dan zat kimia agresif yang terdapat di dalam bahan bakar atau lingkungan luar tangki. Reaksi tersebut menyebabkan logam kehilangan massa secara bertahap dan membentuk produk korosi berupa karat yang bersifat rapuh dan tidak mampu melindungi logam di bawahnya.
Penyebab Korosi pada Tangki Bahan Bakar
Korosi pada tangki bahan bakar dapat disebabkan oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah keberadaan air yang mengendap di dasar tangki akibat kondensasi atau kontaminasi bahan bakar. Air ini berperan sebagai media elektrolit yang mempercepat reaksi korosi. Selain itu, kandungan sulfur dan senyawa asam dalam bahan bakar dapat mempercepat proses degradasi logam. Faktor lingkungan eksternal seperti kelembapan udara, paparan air hujan, serta kondisi tanah pada tangki bawah tanah juga sangat berpengaruh terhadap laju korosi. Desain tangki yang kurang baik dan sistem drainase yang tidak optimal dapat menyebabkan air terperangkap dalam waktu lama sehingga meningkatkan risiko korosi.
Jenis Korosi pada Tangki Bahan Bakar
Korosi pada tangki bahan bakar dapat muncul dalam berbagai bentuk. Korosi seragam sering terjadi pada permukaan dinding tangki, menyebabkan penipisan material secara merata. Korosi pitting merupakan korosi lokal yang membentuk lubang-lubang kecil namun dalam, yang berpotensi menyebabkan kebocoran mendadak. Selain itu, korosi celah dapat terjadi pada sambungan pelat, lasan, atau bagian bawah tangki tempat air dan kotoran mudah terakumulasi. Pada kondisi tertentu, tangki juga dapat mengalami korosi mikrobiologis akibat aktivitas mikroorganisme yang hidup di dalam air dan bahan bakar.
Dampak Korosi pada Tangki Bahan Bakar
Dampak korosi pada tangki bahan bakar sangat merugikan, baik dari segi teknis maupun ekonomi. Penipisan dinding tangki akibat korosi dapat menurunkan kekuatan struktur dan meningkatkan risiko kebocoran bahan bakar. Kebocoran ini tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga berpotensi mencemari tanah dan air di sekitarnya. Selain itu, korosi dapat meningkatkan biaya pemeliharaan dan perbaikan, serta mengganggu kelancaran operasional karena tangki harus dihentikan sementara untuk inspeksi atau perbaikan. Dalam kondisi ekstrem, kegagalan tangki akibat korosi dapat menimbulkan bahaya kebakaran atau ledakan.
Upaya Pencegahan Korosi pada Tangki Bahan Bakar
Pencegahan korosi pada tangki bahan bakar dapat dilakukan melalui berbagai metode. Salah satu cara yang umum digunakan adalah pelapisan permukaan tangki dengan coating anti korosi seperti epoxy atau pelapis khusus yang tahan terhadap bahan bakar. Selain itu, penerapan sistem proteksi katodik juga efektif untuk mengurangi laju korosi, terutama pada tangki bawah tanah. Pengendalian kualitas bahan bakar dengan meminimalkan kandungan air dan pengurasan endapan air secara rutin sangat penting untuk mencegah korosi internal. Inspeksi dan pemeliharaan berkala juga diperlukan untuk mendeteksi tanda-tanda awal korosi sehingga dapat segera dilakukan tindakan perbaikan.
Kesimpulan
Korosi pada tangki bahan bakar merupakan masalah serius yang dapat memengaruhi keselamatan, keandalan, dan umur pakai fasilitas penyimpanan bahan bakar. Faktor seperti air, kandungan zat kimia dalam bahan bakar, serta kondisi lingkungan menjadi penyebab utama terjadinya korosi. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerusakan material, tetapi juga risiko pencemaran dan bahaya keselamatan. Oleh karena itu, penerapan metode pencegahan yang tepat, seperti pelapisan pelindung, proteksi katodik, dan inspeksi rutin, sangat penting untuk menjaga integritas dan keamanan tangki bahan bakar.
Referensi:
Ikhsan Kholis. Analisa Corrosion Rate dan Remaining Life Pada Tangki Penyimpanan Bahan Bakar Berdasarkan API 653. Jurnal MigasZoom, PPSDM Migas, 2020.
