Bangunan industri merupakan salah satu elemen paling penting dalam kegiatan pembangunan dan pertumbuhan sektor manufaktur, energi, serta pengolahan sumber daya alam. Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga sebagai penopang utama keselamatan kerja, keberlanjutan operasional, serta efisiensi proses industri. Sebagian besar bangunan industri dibangun menggunakan material logam dan beton bertulang, yang pada dasarnya memiliki ketahanan terbatas terhadap pengaruh lingkungan. Kondisi operasional bangunan industri yang sering terpapar bahan kimia agresif, kelembapan tinggi, suhu ekstrem, serta polusi industri menjadikan risiko terjadinya korosi semakin besar. Apabila korosi tidak ditangani secara serius, maka dapat menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi serta ancaman keselamatan.

Pengertian Korosi pada Bangunan Industri

Korosi pada bangunan industri dapat didefinisikan sebagai proses penurunan kualitas dan kekuatan material, khususnya logam, akibat terjadinya reaksi kimia atau elektrokimia antara material tersebut dengan lingkungan di sekitarnya. Proses ini berlangsung secara perlahan namun berkesinambungan, sehingga sering kali tidak disadari pada tahap awal. Dalam konteks bangunan industri, korosi tidak hanya terjadi pada permukaan baja yang terlihat secara langsung, tetapi juga dapat menyerang tulangan baja yang tertanam di dalam beton. Masuknya air, oksigen, serta zat kimia berbahaya ke dalam pori-pori beton dapat memicu terjadinya reaksi korosi yang pada akhirnya menyebabkan pengelupasan beton dan penurunan kapasitas struktur.

Lihat Juga  Korosi: Ancaman Tersembunyi di Balik Rusaknya Logam dan Konstruksi

Mekanisme Terjadinya Korosi pada Bangunan Industri

Secara umum, mekanisme terjadinya korosi pada bangunan industri berlangsung melalui reaksi elektrokimia yang melibatkan anoda, katoda, elektrolit, dan jalur penghantar listrik. Pada bagian anoda, logam mengalami proses oksidasi dan melepaskan ion logam ke lingkungan. Sementara itu, pada bagian katoda terjadi reaksi reduksi yang biasanya melibatkan oksigen dan air. Lingkungan industri yang kaya akan kelembapan dan zat kimia berperan sebagai elektrolit yang mempercepat perpindahan ion. Selain itu, suhu tinggi yang sering ditemukan pada area industri juga dapat meningkatkan laju reaksi kimia, sehingga proses korosi berlangsung lebih cepat dibandingkan lingkungan normal.

Faktor-Faktor Penyebab Korosi pada Bangunan Industri

1 Faktor Lingkungan

Lingkungan sekitar bangunan industri memiliki pengaruh besar terhadap terjadinya korosi. Udara lembap, curah hujan tinggi, serta paparan air secara terus-menerus menciptakan kondisi ideal bagi reaksi elektrokimia. Di kawasan industri tertentu, atmosfer juga sering mengandung gas pencemar seperti sulfur dioksida dan karbon dioksida yang dapat membentuk lingkungan asam dan mempercepat kerusakan material.

2 Faktor Material

Pemilihan material yang kurang tepat menjadi salah satu penyebab utama terjadinya korosi. Baja karbon yang tidak dilengkapi sistem perlindungan yang memadai sangat rentan terhadap serangan korosi. Selain itu, beton dengan kualitas rendah dan tingkat porositas tinggi memungkinkan penetrasi air dan zat agresif ke dalam struktur, sehingga mempercepat korosi pada tulangan baja.

Lihat Juga  Korosi: Ancaman Tersembunyi di Balik Rusaknya Logam dan Konstruksi

3 Faktor Desain dan Konstruksi

Kesalahan dalam desain dan pelaksanaan konstruksi juga berkontribusi terhadap terjadinya korosi. Adanya celah, sambungan yang tidak rapat, serta sistem drainase yang buruk dapat menyebabkan genangan air pada bagian tertentu dari struktur. Kondisi ini menciptakan area yang sangat rentan terhadap korosi lokal.

4 Faktor Operasional dan Perawatan

Kurangnya inspeksi dan perawatan rutin menyebabkan korosi berkembang tanpa terdeteksi. Paparan bahan kimia dari proses produksi yang tidak dibersihkan secara berkala juga memperparah kondisi material bangunan industri.

Jenis-Jenis Korosi pada Bangunan Industri

Korosi pada bangunan industri dapat muncul dalam berbagai bentuk. Korosi seragam menyebabkan penipisan material secara perlahan di seluruh permukaan logam. Korosi pitting menghasilkan lubang-lubang kecil yang dalam dan sulit terdeteksi, namun sangat berbahaya karena dapat melemahkan struktur secara signifikan. Korosi celah sering terjadi pada sambungan dan baut, sedangkan korosi galvanik muncul akibat kontak antara dua logam yang berbeda dalam satu sistem. Pada beton bertulang, korosi tulangan menyebabkan pengembangan volume baja yang mengakibatkan retak dan pengelupasan beton.

Dampak Korosi terhadap Bangunan Industri

Dampak korosi pada bangunan industri sangat luas dan kompleks. Secara struktural, korosi menyebabkan penurunan kapasitas beban dan stabilitas bangunan. Dari sisi operasional, kerusakan akibat korosi dapat mengganggu proses produksi dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Selain itu, biaya perbaikan dan rehabilitasi bangunan industri yang mengalami korosi berat umumnya sangat tinggi dan memerlukan waktu yang lama.

Lihat Juga  Korosi: Ancaman Tersembunyi di Balik Rusaknya Logam dan Konstruksi

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Korosi

1 Pelapisan Pelindung

Penerapan pelapis pelindung seperti cat anti korosi, epoxy, dan polyurethane bertujuan untuk memisahkan permukaan logam dari lingkungan agresif.

2 Proteksi Katodik

Proteksi katodik digunakan untuk mengendalikan reaksi elektrokimia dengan cara menjadikan struktur sebagai katoda sehingga proses oksidasi dapat dicegah.

3 Pemilihan Material dan Desain yang Tepat

Penggunaan material tahan korosi serta desain struktur yang memperhatikan sistem drainase dan ventilasi sangat penting dalam mengurangi risiko korosi.

4 Inspeksi dan Pemeliharaan Berkala

Inspeksi rutin memungkinkan deteksi dini terhadap kerusakan, sehingga tindakan perbaikan dapat dilakukan sebelum korosi berkembang lebih parah.

Kesimpulan

Korosi pada bangunan industri merupakan permasalahan teknis yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, material, desain, serta perawatan. Apabila tidak ditangani dengan baik, korosi dapat menurunkan umur layanan bangunan, meningkatkan biaya operasional, dan membahayakan keselamatan kerja. Oleh karena itu, penerapan strategi pencegahan dan pengendalian korosi yang terencana dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mutlak dalam pengelolaan bangunan industri.

Referensi:

Badan Standardisasi Nasional (BSN). SNI 03-2847:2019 – Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan. Jakarta: BSN.

By indocor